CONTOH LAMARAN CPNS

Perihal: Lamaran Pekerjaan

Jakarta, Oktober 2008
Kepada Yth.
Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional
Up. Sekretaris Lakhar BNN
di.
J a k a r t a

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Sarah Mulyani, SE
Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 26 Juni 1978
Pendidikan terakhir : S-I Ekonomi Akuntansi
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Lapangan Ross No.11 Rt. 007 / 02 Kec. Cawang, Jakarta Timur Po Box. 3289

Dengan ini saya mengajukan permohonan kiranya Bapak berkenan menerima diri saya untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional sebagai Calon Penata Laporan Keuangan (disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan dan jabatan yang tertera pada tabel lembar pengumuman diatas, Contoh lain : kualifikasi pendidikan S-1 Kimia dengan jabatan Calon Pranata Laboratorium).

Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan kelengkapan Administrasi sebagai berikut :
1. Daftar Riwayat Hidup (DRH);
2. Foto Copy Ijzah terakhir;
3. Foto Copy Akte Kelahiran/Kenal Lahir;
4. Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
5. Asli Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Rumah Sakit/Puskesmas;
6. Asli Kartu Pencari Kerja/Kartu Kuning dari Dinas Tenaga Kerja (Depnaker);
7. Foto Copy ijazah kursus Komputer/Keterampilan lain (bila punya);
8. Pas Foto hitam putih 3×4 cm = 10 lembar dan 4 x 6 cm = 6 lembar.

Demikian permohonan ini saya buat, atas perhatian dan perkenan Bapak saya mengaturkan terima kasih.

Hormat saya

Materai Rp. 6000,-

Sarah Mulyani, SE

Resume/Curiculum Vitae (CV) anda ibarat cermin bagi perekrut di perusahaan yang anda lamar. Dengan membacanya, seorang rekruiter akan segera bisa membayangkan seperti apa anda, bahkan sebelum mereka melihat anda. Profesionalkah, lamban atau tukang mengeluh?. Karenanya, berhati-hatilah dalam membuat Resume/Curiculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup anda.Kalau salah memasukkan informasi, bukan tak mungkin kesempatan anda melayang.

1. Wajah Resume/CV

Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik? perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat Resume/CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca Resume/CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan Resume/CV anda dibaca sampai selesai.

a. Kertas
Jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah. Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno. Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer. Jangan pernah mengirimkan fotokopi Resume/CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set Resume/CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirimlamaran.

b. Huruf
Usahakan mengetik Resume/CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual.Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan Resume/CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya : Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.

2. Isi Resume/CV

Untuk ‘menjual’ diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam Resume/CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.

a. Data diri
Pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu: nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telephone.

b. Pendidikan
Pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.

c. Pengalaman Kerja
Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda. Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama. Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.

d. Aktivitas dan keterampilan khusus
Point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya: mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.

e. Minat
Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda.

sumber: Head Hunter Team

Tips wawancara CPNS kadang beda ragamnya, berikut ini tips yang berhasil berdasarkan pengalaman (pribadi dan kawan-kawan)

1. Percaya diri, tampil yakin bahwa kamu bisa dan memang mampu serta layak dipilih
2. Biasanya gunakan hem kemeja lengan panjang dan sepatu hitam, celana kain
3. Rambut rapi dan wajah sopan (jangan tunjukkan expresi melawan)
4. Setiap ditanya, jawablah bahwa kamu punya kelebihan tetapi dengan bahasa merendah
5. Pancinglah dia agar tertarik dengan jawabanmu yang setengah-setengah, sehingga dia larut dalam ‘alur’ mu
6. JIka ditanya gaji, jawab saja sesuai UMR atau kalo PNS fresh sekitar 1,5 jt
7. JIka ditanya rencana ke depan, jawablah dengan taktis tahun I target ini, tahun II itu, dst..
8. Bagi yang muslim shalatlah 2 rakaat sebelum diwawancara, lalu baca alfatehah, alfalaq, annash, alikhlas 3x, bagi yang non muslim berdoalah sesuai dengan keyakinan mu

Jika manusia sudah berusaha, kewajibannya tinggal berdoa dan pasrah.

semoga sukses !

Oleh: Muhamad Kundarto , MP., Dosen Program Studi Ilmu Tanah UPN Yogyakarta

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri. Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.

“Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik.

Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.

Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.

Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

• Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
• Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap,ngejreng).
• Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
• Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
• Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.

Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.

Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
• Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
• Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
• Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
• Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
• Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
• Siapakah yang membiayai studi anda?
• Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
• Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
• Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
• Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
• Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
• Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
• Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
• Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :
• Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
• Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
• Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
• Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
• Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
• Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
• Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
• Apakah yang anda cari dalam bekerja?
• Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
• Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!

sumber: Head Hunter Team

Dalam membuat resume pelamar perlu berhati-hati dalam mencantumkan atau menuliskan hal-hal sebagai berikut:

a) Riwayat Gaji
Riwayat gaji adalah gaji yang pernah diterima dan yang diharapkan. Dalam hal pencantuman jumlah gaji yang diterima dan yang diharapkan, pelamar harus sangat berhati-hati dalam memutuskan perlu tidaknya mencantumkan hal tersebut dalam resume. Untuk itu pelamar dituntut kejeliannya dalam melihat iklan lowongan kerja atau informasi tentang lowongan kerja tersebut.

Pada lowongan kerja yang sudah mencantumkan dengan jelas berapa gaji yang akan diterima pertahun atau per bulan, sebaiknya pelamar tidak perlu membuat riwayat gaji, dalam resume yang dibuatnya. Hal itu tentu saja akan sangat berbeda jika di dalam iklan memang mengharuskan pelamar untuk mencantumkan riwayat gaji dan besamya gaji yang diharapkan.

b) Referensi
Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, pelamar harus benar-­benar yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui diri si pelamar dan memiliki pengaruh positif bagi perusahaan yang dilamar. Artinya pelamar tidak boleh asal menyebutkan nama orang sebagai referensi seperti mantan atasan atau dosen. Daripada mememaksakan diri untuk menyebut nama-nama orang sebagai referensi, pelamar cukup menuliskan: “Referensi: akan diberikan jika diminta”.

c) Dokumen Pendukung
Meskipun tidak ada keharusan bagi pelamar untuk menyertakan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam resume, seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dan lain-lain, namun mengingat kondisi di Indonesia maka sebaiknya pelamar menyertakan dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy.

Hal ini penting untuk meyakinkan pembaca bahwa Anda benar-benar menulis resume berdasarkan fakta yang ada.
Ingat: “Jangan sampai dokumen pendukung tersebut menjadi terlalu banyak”. Untuk itu Anda harus menyeleksi/mensortir dokumen mana yang paling pantas dan relevan untuk dilampirkan.

Contoh: Jika Anda pernah mengikuti kursus komputer beberapa kali, tidak perlu semua sertifikat dari setiap kursus tersebut Anda lampirkan, tetapi cukup salah satu yang paling tinggi tingkatannya.

d) Informasi Pribadi
Pelamar sebaiknya berhati-hati menuliskan hal-hal yang bersifat pribadi. Beberapa hal yang umumnya boleh dituliskan adalah status perkawinan, jumlah anak, kepemilikan kendaraan, kesediaan untuk di relokasi atau melakukan travelling ke luar kota / luar negeri. Di luar hal-hal tersebut pelamar harus benar-benar yakin bahwa informasi pribadi yang ditulisnya akan relevan dengan pekerjaan yang dilamar, jika tidak sebaiknya jangan menulis informasi pribadi tersebut.

Apapun pilihan karir Anda pastikan untuk membuat resume atau pun CV secara maksimal. Bila memang Anda merasa belum yakin dengan apa yang telah Anda buat selama ini, cobalah buat sekali lagi dan bila perlu minta orang lain untuk menilai resume atau CV Anda tersebut. Selamat mencoba! Semoga Anda cepat memperoleh pekerjaan yang diinginkan

Untuk lebih meyakinkan pembaca, Anda dapat memberikan penekanan pada beberapa aspek tertentu dari latarbelakang Anda yang relevan dengan pekerjaan dalam rangka memberikan pemahaman kepada pengusaha tentang nilai-nilai potensial Anda yang akan berguna bagi si pengusaha atau perusahaannya. Adapun aspek-aspek yang dapat Anda tonjolkan adalah:

a) Penghargaan atau Reward
Tuliskan yang sesuai dengan posisi yang Anda lamar.
Contoh: jika Anda melamar sebagai IT Manager, pihak perusahaan (recruiter) tentu ingin tahu kemampuan Anda di bidang teknik dan bagaimana kemampuan tersebut dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain. Jika Anda pernah menerima penghargaan di bidang tersebut, tuliskanlah! Dengan demikian perusahaan akan tahu dimana tingkatan kemampuan Anda.

b) Prestasi Akademik
Tuliskan gelar dan prestasi akademik yang Anda raih sertakan juga judul Tugas Akhir/Skripsil Thesis/Disertasi.

c) Kemampuan Tambahan
Kemampuan tambahan dapat berupa kemampuan mengoperasikan program komputer atau pelatihan-pelatihan khusus yang pemah diikuti.

d) Keanggotaan dalam organisasi Professional
Jika Anda terlibat dalam organisasi professional seperti, Assiosiasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Ikatan Akuntan Indonesia (AAI), dan lain-lain, yang berguna bagi pembaca, jangan segan untuk menuliskannya.

e) Indikator Kesuksesan
Anda dapat menuliskan berbagai indikator kesuksesan yang pernah Anda peroleh.
Contoh: beasiswa karena kecerdasan Anda, dikirim training ke luar negeri karena keberhasilan
Anda dalam perusahaan, keberhasilan Anda menekan biaya operasional di divisi Anda, dan lain-lain.

f) Pengalaman yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Tuliskan semua pengalaman yang pemah Anda alami sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang Anda lamar.
Contoh: jika pekerjaan yang Anda lamar menuntut Anda untuk sering melakukan traveling keluar negeri, pastikan pembaca tahu bahwa Anda mahir berbahasa Inggris.

Bagi Anda pencari kerja yang mungkin mengalami masalah dalam membuat resume, perhatikan beberapa saran berikut ini:

a) Nama dan Uraian Jabatan
Tulis nama jabatan Anda dan lengkapi dengan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas harian Anda. Usahakan untuk menuliskan aktivitas-aktivitas yang dapat diukur. Ingat: Anda harus dapat memberitahu pembaca tentang apa persisnya pekerjaan yang telah Anda lakukan.

b) Tanggal dan Tempat
Tulislah riwayat pendidikan dan pekerjaan Anda secara tepat. Misalnya: kapan Anda diterima bekerja dan kapan Anda keluar dari perusahaan X, kapan Anda menjabat sebagai .... atau kapan Anda pindah kerja dari kantor pusat ke kantor cabang. Ingat: Jangan membuat pembaca menebak-nebak kapan Anda bekerja dan untuk berapa lama.

c) Rinci
Jelaskan kata-kata atau istilah-istilah teknikal/khusus yang mungkin ada dalam resume Anda sedetil mungkin.

d) Proporsional
Tuliskan pekerjaan atau pendidikan sesuai dengan kepentingan si pembaca dan buatlah secara proporsional.

Contoh: Jika Anda melamar sebagai Marketing Manager hendaklah Anda tidak menulis hanya satu paragraph mengenai pekerjaan Anda sebagai Sales Manager dan tiga paragraph lainnya tentang kegiatan Anda sebagai Trainer.

e) Relevansi
Tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan tuntutan pekerjaan yang Anda lamar. Contoh: Tidak perlu menuliskan pengalaman berorganisasi Anda selama kuliah meskipun Anda menjabat sebagai ketua Senat Mahasiswa selama beberapa periode, jika pekerjaan yang Anda lamar tidak berhubungan dengan kemampuan organisasi atau leadership.

f) Eksplisit
Jangan membuat resume yang membuat pembaca berimajinasi.
Contoh: jangan berasumsi bahwa pembaca tahu bahwa Anda tamatan Unika Atma Jaya Jakarta, atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jika Anda tidak menuliskan nama kota bisa jadi pembaca menganggap Anda tamatan dari kota lain.

g) Panjang
Pada umumnya resume hanya terdiri dari 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat karir dan pendidikan yang Anda rasa sangat penting untuk ditampilkan menuntut Anda untuk memperpanjang, maka 3 (tiga) hataman resume masih dapat diterima.

h) Tanda Baca, Ejaan, dan Tata Bahasa
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut Anda baca, ejaan maupun tata bahasa. Jika Anda menulis resume dalam bahasa Inggris, cobalah minta untuk direview oleh teman/kerabat yang menguasai bahasa tersebut, jika memang Anda belum yakin.

i) Mudah Dibaca
Resume yang dibuat secara kacau balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat resume yang mudah dibaca, tidak terpisah-pisah dan logis.

j) Penampilan
Pilihlah format terbaik yang dapat Anda tampilkan untuk membuat resume, termasuk disini adalah pemilihan jenis huruf, kertas yang digunakan serta paduan wama (jika menggunakan printer warna).